Bintaro Jaya Dan Lingkungan

Tren membangun kawasan hunian dengan konsep ramah lingkungan semakin meluas. Hal ini tak terlepas dari perkembangan kondisi iklim global yang semakin tidak menentu seiring dengan munculnya berbagai fenomena pemansan global. Dampak yang ditimbulkan oleh fenomena alam ini sangat merugikan diantaranya berbagai bencana alam dan perubahan cuaca ekstrim.

Dengan kondisi demkian tidak mengherankan bila pihak pengembang mengantisipasinya dengan berlomba membangun kawasan hunian dengan konsep hijau atau kawasan ramah lingkungan (green development). Dengan kata lain, kawasan hunian yang ramah lingkungan bukan lagi suatu kebutuhan melainkan entitas yang sudah seharusmya melekat pada setiap pembangunan kawasan hunian.

Walaupun semakin menjadi tuntutan masyarakat, namun belum banyak pengembang properi yang menerapkan 100 persen standar properti ramah lingkungan, Kebanyakan pengembang sudah berani mengklaim kalau kawasn hunian dan propertinya berkonsep ramah lingkungan hanya dengan kegiatan menanam beberapa pohon.

Selama ini memang yang diketahui kebanyakan orang bahwa green property hanya berupa taman-taman atau menanami banyak pohon-pohon. Sebenarnya hijau yang dimaksudkan adalah konsep kehidupan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Bagaimana menciptakan suatu kawasan yang efisien, sehingga bisa engurangi polusi dan sebagainys. Dan yang terpenting sebagai pengembang adalah kesadaran bahwa hal ini sangat berpengaruh terhadap generasi yang akan datang.

Saat ini baru 20 persen pengembang yang sungguh-sungguh menerapkan konsep green property secara benar, diantaranya adalah Bintaro Jaya.

Bagaimana dengan Bintaro Jaya terhadap konsep Green Property?

Ketika beberapa tahun belakangan, masyarakat mulai menggemakan slogan go green untuk meminimalisir pemanasan global, sebenarnya pengembang Bintaro Jaya telah mengusungnya puluhan tahun lalu. Setelah menjadi kota satelit, Bintaro Jaya punya slogan ‘Kota Taman Bintaro Jaya’.

Bintaro Jaya ingin menciptakan sebuah kawasan pemukiman yang nyaman, asri, dan hijau. Itu telah dirintis sejak puluhan tahun lalu. dalam mengembangkan Bintaro Jaya, pengembang mensyaratkan 3 hal. Pertama adalah workable atau secara teknis bisa dilaksanakan, berikut mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Workable juga berarti affordable, artinya terjangkau atau dapat dibeli.

Aspek kedua adalah livable. Ini berarti kawasan yang dikembangkan bisa dihuni, nyaman, aman, dan tertib. Bukan hanya masalah keamanan, tapi juga menyangkut masalah kesehatan dan keasrian lingkungan. Harus jauh dari kebisingan, jauh dari polusi, dan tidak dekat dengan pabrik atau radiasi atom. Livable juga menyangkut nyaman untuk dihuni dengan relasi antarwarganya baik. Di Bintaro Jaya kini banyak bermunculan komunitas. Ada komunitas otomotif, sepeda, film, olah raga, dan lain-lain. Ini berarti hubungan antarwarganya cukup baik, sehingga mereka bisa berkumpul dan bersosialisasi dengan warga lain.

Aspek terakhir adalah kawasan yang dikembangkan juga harus sustainable, harus lestari, dan berkelanjutan. Ada dua hal berkaitan dengan sustainability. Yaitu, lingkungan fisik dan sosial. Kalau lingkungan fisik itu bisa diciptakan. Misalnya, jika bicara go green, itu bisa dibuat dengan anggaran yang tersedia. Tapi yang lebih penting adalah lingkungan sosial, hubungan antarmanusianya.

“Sehebat-hebatnya suatu kawasan pemukiman, tapi jika hubungan atau perilaku antarwarganya tidak baik, cuek-cuekan saja misalnya, perumahan tersebut tidak akan lestari. Sekali lagi, Bintaro Jaya boleh bersyukur karena banyak dihuni kaum profesional yang berwawasan luas dan berpendidikan tinggi, tentu butuh lingkungan sosial yang mendukung pula

Bintaro Jaya tidak hanya ingin menciptakan suatu kawasan pemukiman yang sekadar green, tapi beyond green. Tidak hanya sekadar menciptakan lingkungan hijau, tapi juga bersama-sama komunitas warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan yang ditinggali.

Penerapan Green property di Bintaro Jaya?

Setelah pengembangan selama tiga dekade, Bintaro Jaya kini kian mantap dengan segmen hunian berkelas menengah ke atas. Ini juga menyangkut Bintaro Jaya sebagai kawasan the professional’s city, dengan menciptakan hunian yang nyaman, berkelas, dan dapat menunjang quality of life.

Hunian berkelas menengah ke atas bisa dilihat dari luas kavling dan infrastruktur di dalam cluster. Desain arsitektur masih mengusung tema Minimalis Modern dengan balutan tropis. Namun, kini lebih dikembangkan ke arah green house. Artinya, seluruh material bangunan dipilih yang ramah lingkungan, ada taman dan kolam di dalam rumah, sirkulasi udara dan cahaya juga menjadi perhatian.

Material bangunan ramah lingkungan meliputi rangka atap baja ringan, kusen aluminium, bata ringan, bioseptic tank, paving block, dan lain-lain. Lebih khusus bata ringan bisa mereduksi panas, sehingga menghindari resiko kebakaran dan dapat meredam terik matahari.

Desain dan material bangunan ramah lingkungan merupakan salah satu penjabaran dari program ECOmmunity, gaya hidup yang dicanangkan untuk menciptakan kawasan pemukiman yang lebih peduli dan ramah lingkungan. Tentu saja, program ini juga melibatkan komunitas warga untuk bersama-sama mewujudkan hal itu.

Untuk menghijaukan kawasan, dalam pengembangan suatu cluster, vegetasi menjadi pekerjaan pertama dan utama yang dilakukan. Ketika mulai membangun infrastruktur, pohon-pohon sudah mulai ditanam. Sehingga, ketika mulai dihuni, pohon-pohon tersebut sudah bisa meneduhkan.

Upaya mengajak warga untuk ikut berperan aktif dalam program peduli lingkungan, diwujudkan dalam even-even bertema lingkungan. Telah dimulai dari tahun 2008 dengan menggelar Bintaroku Hijau. Tahun berikutnya bertajuk Bintaroku Peduli. Tahun ini, rangkaian kegiatan bertema lingkungan disebut Cinta Bintaroku.

Unit PKB (Pengelola Kawasan Bintaro) yang sangat erat berhubungan dengan masalah lingkungan di Bintaro Jaya, sejak beberapa tahun belakangan telah menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik. Setiap bulan warga diberikan plastik sampah beda warna untuk pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. Pengangkutan sampah juga telah ditingkatkan, dari 3 kali seminggu menjadi 5 kali seminggu. Rencananya, akan diterapkan pula sistem pengolahan sampah dengan cara composting. Artinya, sampah tidak dibakar, namun diolah menjadi pupuk yang berguna untuk kesuburan tanah.

Kantor baru Bintaro Jaya yang lebih representatif bisa disebut green building, sebuah gedung yang ramah lingkungan. Yaitu, menggunakan bahan-bahan material yang tidak berasal langsung dari alam, seperti kayu. Kusen dari aluminium, rangka atap dari baja ringan, dan memanfaatkan bata ringan.

Lebih dari itu, punya ruang terbuka plus vegetasi yang cukup luas. Di tengah-tengah bangunan ada taman terbuka. Plus di samping kantor akan menjadi hutan kota yang cukup luas. Akan ada pula lubang-lubang resapan biopori. Dengan begitu konservasi air tanah bisa dipertahankan. Ditambah lagi di sekeliling gedung dibuat vertical garden dengan tanaman rambat.

Bintaro Jaya juga tengah mengembangkan sistem transportasi terpadu yang menghubungkan transportasi internal dengan terminal intermoda yang rencananya akan dibangun di dekat Stasiun Jurangmangu.

Dengan adanya sistem transportasi terpadu ini warga tidak banyak membutuhkan kendaraan pribadi lagi, sehingga pengeluaran untuk biaya trasportasi berkurang dan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan quality of life lain, seperti pendidikan atau kesehatan. Dalam jangka panjang, kualitas udara di Bintaro Jaya juga akan semakin baik, karena polusi kendaraan jauh berkurang. Kepadatan lalu lintas juga bisa terminimalisir,

Pengembang Bintaro Jaya memang punya cita-cita besar hingga puluhan tahun ke depan menciptakan sebuah lingkungan kawasan pemukiman yang nyaman dihuni dengan kualitas hidup yang lebih baik.
NEWS & ARTICLE

The Proffesional City ” Bintaro Jaya ”

Kawasan pemukiman yang dikembangkan oleh PT Jaya Real Property sejak tahun 1976 dengan rencana luas…
32 Tahun Bintaro

Bintaro Jaya adalah kawasan Pemukiman yang dikembangkan oleh PT. Jaya Real Property, Tbk sejak tahun…
Tanya Jawab Bintaro Jaya

Bintaro Jaya merupakan suatu kawasan pemukiman terletak di selatan Jakarta yang telah hadir lebih dari…

© 2011 – KOMPAS.com for Bintaro Jaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s